Perkembangan Baca-Tulis-Hitung (Calistung) Anak

ilustrasi-perkembangan-baca-tulis-hitung-anak

Foto:idai.or.id


“Anak saya umurnya sudah 5 tahun, tapi dia belum lancar membaca. Tulisannya juga masih jelek. Padahal untuk masuk SD favorit yang diincar, dia harus menjalani tes baca-tulis-hitung! Tiga bulan lagi kami sudah harus mendaftarkannya… Bagaimana ini?”

Membaca, menulis dan berhitung dahulu baru mulai diajarkan pada tahun pertama sekolah dasar. Saat itu usia masuk SD yang berlaku secara luas adalah 6,5 – 7 tahun. Tetapi sekarang, banyak SD yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung untuk dapat diterima di sekolah tersebut. Usia memulai pendidikan dasar juga telah bergeser; anak yang belum genap berusia 6 tahun sudah dapat diterima di beberapa SD tertentu.

Fenomena ini tidak jarang menimbulkan kepanikan orangtua, ditambah lagi dengan menjamurnya kursus-kursus baca-tulis-hitung (calistung) yang ditujukan untuk anak usia prasekolah. Benarkah anggapan bahwa “lebih cepat lebih baik”? Kapan sebenarnya anak siap untuk belajar hal-hal di atas?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengenal tahapan normal perkembangan membaca, menulis dan berhitung pada anak. Pada tiap tahapan, ada beberapa aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak untuk menunjang perkembangan baca-tulisnya.

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + twelve =