Ribut-ribut Tentang Hukum dan Perlindungan Anak

Ribut-ribut Tentang Hukum dan Perlindungan Anak
Beberapa hari terakhir, salah satu topik utama di beberapa media online dalam negeri adalah tentang tabrakan mobil yang melibatkan anak seorang musisi kondang di negeri ini. Selain dari sisi gosip dan entertainment, yang juga menarik untuk disimak adalah sisi hukumnya. Bagaimana perlindungan anak diterapkan dalam penanganan pelanggaran hukum, bagaimana definisi anak dalam hukum diterapkan, apa pertimbangan-pertimbangan hukum yang digunakan dan bagaimana hasil keputusan hukum dapat memberikan keadilan baik untuk Dul, sebagai anak dan pelaku, dan korban-korban tabrakan lainnya.

“Dul, panggilan anak berusia 13 tahun itu, sedang mengendarai mobil di jalan tol bersama kawannya pada tengah malam. Ia baru saja mengantar pacarnya dari Cibubur dan pulang menuju rumahnya di Pondok Indah . Mobil yang dikendarainya hilang kendali kemudian menabrak pagar pembatas jalan dan berpindah ke jalur yang berlawanan arah. Akibatnya mobil Dul menabrak 2 mobil lain yang sedang melaju dari arah yang berlawanan. Dikabarkan 6 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan 9 orang lainnya luka-luka, termasuk Dul dan kawannya”. [1] [2]

Dul yang masih berusia 13 tahun dan telah mengendarai kendaraan bermotor melanggar pasal 81 ayat 2 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan [3]. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa yang berhak memperoleh surat ijin mengemudi (SIM) harus berumur paling rendah 17 tahun. Salah seorang temannya bahkan mengatakan kalau Dul telah membawa mobil sejak 2 tahun sebelumnya, atau sejak berumur 11 tahun [4].

Penyidik Polda Metro Jaya kemudian menetapkan Dul sebagai tersangka dengan tuduhan pasal 310 ayat 3 dan 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dul diduga lalai saat mengendarai kendaraan sehingga menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa [5]. Pelanggaran hukum ini diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 12 juta rupiah. Tetapi Polisi menyebutkan akan menerapkan pasal 13 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam pemeriksaan tersangka [6].

Pengadilan pelanggaran hukum oleh anak tidak menggunakan KUHP tetapi menggunakan UU No. 3/1997 tentang Pengadilan Anak. Definisi anak dalam UU ini adalah orang yang telah berumur 8 tahun tetapi belum berumur 18 tahun dan belum pernah kawin. Menurut UU ini, alternatif tindakan hukum terhadap Dul adalah dikembalikan kepada orang tua, diserahkan kepada Departemen Sosial untuk dibina atau pidana penjara dan/atau denda sebesar setengah dari ancaman pidana terhadap orang dewasa yang melakukan pelanggaran serupa [7].

Komnas Perlindungan Anak berharap agar Polisi memberi peluang dilakukannya Keadilan Restoratif dan Diversi yang diatur dalam UU No 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak [8][9]. Akan tetapi pihak kepolisian menyebutkan tidak dapat memakai UU tersebut karena baru akan berlaku tanggal 30 Juli 2014 [10].

Kepolisian juga masih mendalami apakah orang tua Dul terindikasi lalai atau melakukan pembiaran terhadap tingkah laku anak dan dapat dikenai UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak [11].

Referensi:
[1]Kompas.com, “Anak Ahmad Dhani Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi”, diunduh 10 September 2013

[2]Tribunnews.com, “Kronologi Kecelakaan Tewaskan 6 Orang Di Tol Jagorawi”, diunduh 10 September 2013

[3]Sekretariat Negara Republik Indonesia, UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, diunduh 20 Agustus 2013

[4]Kompas.com, “Sahabat: Sudah Dua Tahun Dul Bawa Mobil”, diunduh 10 September 2013

[5]Antaranews.com, “Putra Ahmad Dhani Jadi Tersangka”, diunduh 10 September 2013

[6]Sekretariat Negara Republik Indonesia, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, diunduh 20 Agustus 2013

[7]Sekretariat Negara Republik Indonesia, UU No. 3/1997 tentang Pengadilan Anak, diunduh 20 Agustus 2013

[8]Sekretariat Negara Republik Indonesia, UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diunduh 20 Agustus 2013

[9] Tempo online, “Kecelakaan Dul: Hukuman Pidana Pilihan Terakhir”, diunduh 10 September 2013

[10] Tribunnews.com, “Dul Jadi Tersangka Karena UU Peradilan Anak Belum Bisa Diterapkan”, diunduh 10 September 2013

[11] Kompas.com, “Dibahas Pasal Untuk AQJ”, diunduh 10 September 2013

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 17 =