Tahap-Tahap Perkembangan Motorik Anak

Ilustrasi perkembangan motorik anak

Foto: Flaghouse.com


Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat ada anak yang dapat lebih cepat berjalan atau berlari dibandingkan anak-anak seusianya. Di lain pihak ada pula anak lainnya yang bahkan belum dapat menggunakan sendok atau memakai sepatu sendiri. Kenyataan ini disebabkan salah satunya oleh perbedaan dalam perkembangan motorik setiap anak.

Perkembangan motorik adalah perkembangan fisik tulang dan otot pada manusia yang mempengaruhi kemampuannya untuk bergerak dan memanipulasi lingkungan sekitarnya. Perkembangan motorik berjalan sesuai dengan perkembangan fisik. Dimulai sejak lahir, fisik manusia terbentuk dari kepala menuju kaki (hukum cephalocaudal) dan dari pusat sumbu tubuh ke ujung-ujungnya (hukum proximodistal).

Kemampuan motorik manusia terbagi atas kemampuan motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan motorik kasar adalah gerakan-gerakan yang menggunakan otot-otot besar di tangan, kaki, telapak dan seluruh tubuh. Contohnya saat berjalan, melompat atau berlari. Sedangkan kemampuan motorik halus adalah gerakan-gerakan menggunakan otot-otot halus di pergelangan dan jemari. Contohnya adalah memegang pensil atau mainan.

Berikut adalah tahap-tahap perkembangan motorik dari anak usia 0 hingga 6 tahun.

Share:Share on FacebookTweet about this on Twitter

Posting Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>