Disleksia Dan Gejalanya

Disleksia dan gejalanya

Photo source: www2.melissaisd.org


Disleksia berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata dys yang berarti “kesulitan untuk” dan kata lexis yang berarti “huruf atau leksikal”. Disleksia adalah bentuk gangguan belajar dimana seseorang mengalami kesulitan membaca dan (sebagai akibatnya) kesulitan menulis.

Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia dan acquired dyslexsia. Developmental dyslexsia bersifat genetik atau dibawa sejak lahir. Gangguan ini akan dialami penderita sepanjang hidupnya. Sedangkan acquired dyslexsia terjadi karena adanya gangguan pada cara otak kiri membaca. Beberapa gejala disleksia sesuai tingkat usia penderitanya adalah:

  • Usia Pra Sekolah Dasar: sulit mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, keterlambatan berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbolik-balik, sulit menerima perintah dalam porsi yang banyak, bingung antara konsep ruang dan waktu, sulit belajar dan menggunakan kosa kata baru.
  • Usia Sekolah Dasar: sulit membaca dan mengeja, sulit memegang alat tulis dengan baik, membaca terbalik-balik, sulit mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan, sulit mengingat fakta dan angka.
  • Usia Remaja dan Dewasa: kemampuan membaca dibawah usia sebayanya, sulit membaca bahasa abstrak seperti idion, humor dan peribahasa, sulit mengatur waktu, sulit merangkum sebuah cerita, sulit belajar bahasa asing.

Referensi:
1. What is Dyslexia, National Center for Learning Disabilities , diambil pada tanggal 10 Februari 2013.

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × three =