Vicky Mengambil Keputusan Yang Tepat

Ilustrasi cerita vicky mengambil keputusan yang tepat

Tim Nasional Brasil dalam Piala Dunia Brasil 2014 (standardmedia.co.ke)


“Vicky…… Vicky….” panggil Budi di depan rumah Vicky pada suatu sore yang cerah. Vicky yang saat itu sedang belajar di ruang tengah mendengar namanya dipanggil. “Oh si Budi… Ada apa ya?” pikir Vicky dalam hati. Ia pun berdiri dan pergi membuka pintu.

“Eh kamu ‘Bud, ada apa?” tanya Vicky kepada Budi yang berdiri di depan pagar rumahnya. Vicky melihat Budi memakai kaos timnas Brasil, tim favorit Budi, dan menggapit sebuah bola dengan tangan dan pinggangnya. “Vick, yuk kita ke lapangan… teman-teman sudah banyak nungguin di sana. Mereka ngajak kita main bola!” ajak Budi kepada Vicky.

Vicky terdiam sejenak. Sejak tadi sebenarnya ia memang ingin main bola. Vicky memang suka main bola. Apalagi sekarang lagi ramai-ramainya orang main bola di lapangan. Semua lagi demam piala dunia. Tapi, besok ia akan ujian matematika. Bagi Vicky pelajaran ini sangat sulit. Makanya sehabis tidur siang tadi, Vicky mulai mengulang latihan yang telah diberikan bu guru kepadanya.

“Bud, tadi siang mama menyuruhku belajar. Besok kita ujian matematika. Dan aku selalu kesulitan kalau ujian matematika” kata Vicky pelan. “Sudahlah, kan belajarnya bisa nanti habis main bola. Aku saja baru nanti belajarnya, habis kita main” ujar Budi semangat. Vicky kembali diam. Dalam hati ia ingin sekali main bola. Tapi ia tahu kalau ikut main bola ke lapangan, pasti setelah itu capek sekali dan tidak bisa belajar lagi.

“Gimana ya ‘Bud. Hari ini aku tidak ikutan ya. Kalau aku main, nanti malam pasti tidak bisa belajar karena capek” kata Vicky. “Ah dasar payah! Lebih enak main dulu” jawab Budi. “Ya sudah, aku pergi sendirian saja. Sudah ditunggu yang lain” kata Budi sambil pergi berlari menuju lapangan sendiri.

Keesokan hari, ujian matematika pun dilaksanakan. Vicky mengerjakan ujian itu dengan semangat. Ia senang karena melihat beberapa soal ujian mirip dengan latihan yang diulangnya kemarin sore. Bagaimana dengan Budi? Budi terlihat bingung, wajahnya berkerut-kerut. Rupanya ia kesulitan mengerjakan soal-soal ujian. Semalam Budi kecapekan sepulang bermain bola. Alhasil malamnya ia langsung tidur dan tidak belajar sama sekali.

Seminggu kemudian hasil ujian matematika pun dibagikan. Vicky sangat senang. Ia mendapat nilai 9. Tidak sia-sia perjuangannya. Walau matematika adalah pelajaran yang sulit, dengan berlatih terus-menerus akhirnya Vicky berhasil mendapat nilai yang baik. Ia merasa beruntung telah belajar dan berlatih soal-soal matematika waktu itu.

Budi melihat Vicky yang tampak gembira dengan hasil ujian matematikanya. Ia sendiri terlihat sedih dan memandang lemas angka 4 yang tercantum di kertas ujiannya. Kembali Budi melirik Vicky yang bergembira bercerita dengan teman-temannya. Dalam hati Budi menyesal kenapa bermain bola sehari sebelum ujian.

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − fourteen =