Mameakhon Batu Ojahan dan Mangompoi Gereja HKBP Serpong

Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 1
Minggu XII setelah Trinitatis merupakan kebahagiaan tersendiri bagi parhalado dan warga jemaat HKBP Serpong, Ressort Serpong, Distrik XXI Banten, karena pada hari Minggu (7/9) dilakukan ibadah Mameakhon Batu Ojahan dan Menahbiskan (Mangompoi) gedung gereja yang telah selesai dibangun tersebut. Dengan persiapan yang sangat matang, kegiatan diawali dengan pesta hasuhuton yang dilakukan pada Sabtu (6/9) pagi dan malamnya ramah tamah Panitia bersama Ephorus, Pdt. Willem T.P. Simarmata dan rombongan. Puncak seluruh kegiatan pada hari Minggu dilayani oleh Ephorus sebagai pengkhotbah dan Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min sebagai liturgis.
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 2
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 3
Sebelum ibadah dimulai, Ephorus didampingi Praeses, Pendeta Ressort, Pdt. Leonard Sigalingging, S.Th; Ketua Panitia MBO dan Mangompoi, Ir. Nepos MT Pakpahan, MM; Ketua Panitia Pembangunan, St. Torang Panjaitan, melalukan pelepasan burung merpati sebagai simbol bahwa HKBP turut menciptakan perdamaian. Ephorus juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian HKBP terhadap kelestarian bumi. Selanjutnya, Ompungboru H. Lersiani boru Purba melakukan penggungtingan pita, sementara penandatanganan prasasti dan membuka pintu gereja oleh Ephorus.
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 4
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 5
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 6
Dalam khotbahnya yang diambil dari kitab Yehezkiel 33:7-11; Ephorus menekankan tentang peran penjaga. Sebagaimana konteks kehidupan bangsa Israel, penjaga memiliki tugas yang sangat berat untuk menjaga dan mengawal kota dari serangan. Itu berarti, kedamaian sebuah kota sangat ditentukan oleh kemampuan penjaga mengawal kota dari berbagai hal yang kurang baik. Sementara itu, di tengah konteks era globalisasi, orang-orang Kristen dipanggil untuk menjadi penjaga moral dan spiritualitas, termasuk di dalamnya adalah HKBP. “HKBP harus menjadi ujung tombak penjaga moral dan spiritualitas” demikian diungkapkan Simarmata. Secara khusus di tengah tahun Remaja/Pemuda saat ini, Ephorus menekankan agar gereja sungguh-sungguh mempersiapkan anakanak, remaja dan pemuda agar memiliki karakter, moral dan spiritualitas yang mumpuni dalam menghadapi keras dan derasnya dampak negatif dari kemajuan. Tidak hanya menjadi tugas gereja, beliau juga menekankan peranan orang tua di tengah keluarga dalam mendidik anak dengan keteladanan.
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 7
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 8
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah yang diikuti seluruh warga jemaat dengan melibatkan peran serta Anak Sekolah Minggu dan remaja/pemuda. Ketua MBO dan Mangompoi dalam sambutannya mengajak seluruh warga jemaat mengucap syukur kepada Kristus karena telah dimampukan melampaui tahapan demi tahapan pembangunan gedung gereja HKBP Serpong dengan segala tantangannya.
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 9
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 10
Ketua Panitia Pembangunan memaparkan tentang konsep pembangunan gedung gereja HKBP Serpong yang bernilai 9,5 Milyar rupiah tersebut, yakni konsep parjumpangan (pertemuan); dimana gereja adalah tempat pertemuan yang menyenangkan antara warga jemaat dengan Tuhan dan antar sesama warga jemaat. Pembangunan tersebut dilakukan dalam dua tahapan dan dalam waktu dua tahun pembangunan telah rampung. Ijin mendirikan bangunan dari pemerintah Tangerang Selatan telah dikantongi pada 2012 dan sejak itu pembangunan dilaksanakan. “Sekitar 80% dari total biaya berasal dari warga jemaat HKBP Serpong melalui janji iman, celengan pembangunan, dll; serta 20% berasal dari donatur melalui proposal” demikian diungkapkannya. Sementara itu, M.P. Simamora mewakili warga jemaat memaparkan proses berdirinya HKBP Serpong mulai dari parmingguon yang berpindah-pindah hingga berdiri gedung gereja yang megah.
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 11
Gedung gereja HKBP Serpong ini merupakan salah satu gedung gereja yang modern di HKBP, tidak semata-mata karena bangunannya yang megah, tetapi lebih daripada itu karena gereja ini dilengkapi fasilitas untuk orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya: ada jalan untuk mereka yang memakai kursi roda. Gereja ini juga dilengkapi dengan ruangan khusus bagi ibu-ibu yang membawa anak Batita. Bahkan, gereja ini juga dilengkapi dengan ruangan-ruangan yang dipergunakan untuk Anak Sekolah Minggu dengan fasilitas yang memadai. Turut hadir dalam ibadah ini adalah pendeta dan guru huria yang pernah melayani di HKBP Serpong, yakni: Pdt. Dahlan Munthe beserta Inang Pdt. Duma Samosir; Pdt. Nurhaida Siregar beserta Amang Purba; Pdt. Abidan Simanungkalit beserta Inang boru Pasaribu; Pdt. Daniel Harahap beserta Inang boru Siregar; Pdt. Benget Simamora beserta Inang boru Tambunan; dan Gr. Karel Marpaung beserta Inang boru Silitonga. Sementara itu, hadir dari Kantor Pusat HKBP mendampingi Ephorus adalah Kepala Biro Jemaat, Pdt. Ir. Thomson Sinaga, S.Th., MM.

Selamat HKBP Serpong !!
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 12
Acara mameakhon batu ojahan dan mangompoi HKBP Serpong gambar 13

(Pdt. Thomson Sinaga/Pdt. Mangasa Lumbantobing)
Sumber: hkbp.or.id

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =