Telur Paskah Hias Rancangan Vicky

Ilustrasi Cerita Sekolah Minggu Telur Paskah Hias Rancangan Vicky

“Ma, buatin Vicky telur Paskah hias ya” kata Vicky kepada mamanya sambil berjalan masuk ke kamar. Hari itu hari Minggu dan Vicky baru saja pulang dari sekolah minggu. Ia langsung masuk ke kamar untuk meletakkan Alkitab dan Kidung Jemaat yang dibawanya. Setelah berganti baju, Vicky keluar lagi dan mendekati mamanya yang sedang membereskan rumah.

“Minggu depan kan Paskah sekolah minggu Ma. Tadi diumumin sama kakak sekolah minggu kalau minggu depan bawa telur Paskah hias buat dinilai” kata Vicky kepada mamanya. “Kamu, baru datang sudah nyerocos aja. Sana makan dulu!” jawab mamanya. “Oke Ma” jawab Vicky ringan sambil berjalan menuju meja makan. Vicky mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi, sayur dan lauk pauk. Ia kemudian berdoa dan setelah itu baru mulai menyantap makanan.

“Kata kakak sekolah minggu, telurnya harus yang asli gak boleh telur plastik” kata Vicky lagi sambil mengunyah makanannya. “Bukannya kamu yang sekolah minggu? Kok mama yang disuruh buat telur hiasnya?” tanya mamanya. “Iya, tapi Vicky lagi gak ada ide nih Ma. Otaknya lagi beku” jawab Vicky sambil menunjuk kepala dengan sendok. “Nah, supaya otaknya mencair, mulai sekarang dipikirin mau bikin hiasan apa. Kan masih ada waktu seminggu lagi” sahut mamanya kembali. “Mmm… iya deh Ma” jawab Vicky sambil terus melahap makanannya.

Siang itu Vicky sibuk di meja belajarnya. Ia sedang menggambar telur Paskah hias. Sudah dua gambar yang dibuat tapi ia merasa belum puas. Ini gambar yang ketiga. Selagi sibuk dengan gambarnya, tiba-tiba ada orang bertanya dari belakang sambil menepuk pundaknya “Sudah jadi belum gambarnya?” Vicky menoleh ke belakang. “Aduh mama, bikin orang kaget aja!” jawabnya. Ia melihat mamanya tersenyum kepadanya.

“Belum ma. Sudah dua yang jadi tapi Vicky masih belum puas” jawab Vicky. “Coba mama lihat” kata mamanya sambil mengambil dua gambar di samping Vicky. “Hmm, sepertinya dua ini sudah bagus. Yang satu tema gereja, yang satu lagi tema anak-anak. Memang kurang bagusnya kenapa ‘Vick” kata mamanya. “Pengen yang lain ma. Soalnya tema gereja dan anak-anak kan sudah banyak yang buat” jawab Vicky sambil terus menggambar. “Ya sudah kalau begitu. Tapi jangan lupa tidur siang ya” kata mamanya. “Iya ma” jawab Vicky.

Setengah jam Vicky tersenyum. “Nah, sudah selesai semuanya” ujarnya dalam hati. Ia mengambil ketiga gambarnya dan bangkit dari tempat duduknya. “Ma, mama dimana?” teriak Vicky sambil berjalan keluar dari kamar. “Mama di dapur” sahut mamanya. Vicky pun berlari ke dapur.

“Ma, coba liat deh. Mana yang paling bagus” kata Vicky sambil menunjukkan tiga gambar pada mamanya. “Kalau mama sih tiga-tiganya bagus ‘Vick” jawab mamanya. “Kalau kamu pilih yang mana?” kata mamanya lagi. “Kalau aku sih milih yang nomor tiga ‘Ma. Temanya tentang penyaliban Tuhan Yesus di bukit Golgota” jawab Vicky. “Ayo kita buat itu saja. Besok mama beliin bahannya di pasar. Sekarang kamu tidur siang dulu” kata mamanya. “Iya ‘Ma” kata Vicky sambil tersenyum.

Vicky berjalan kembali ke kamarnya. Ketiga gambarnya diletakkan di atas meja belajar dan ia naik ke atas tempat tidur. Sambil mulai memejamkan matanya Vicky membayangkan betapa bagusnya telur Paskah yang akan dibuatnya. Ia pun tersenyum senang.

Lihat Juga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × four =